بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Wahai sahabat, sering kita berpikir bahwa akibat dosa itu hanya diterima nanti di akherat. Padahal tanpa kita sadari banyak sekali akibat-akibat dosa yang ditimpakan olehAllah swt di dunia ini. Tentu sahabat ada orang yang percaya danada juga yang tidak percaya; ada yang merasakan langsung, ada juga yang tidak merasakan; ada yang sebenarnya merasakan tapi belum tahu dan belum sadar bahwa penderitaan itu akibat dari dosa yang dilakukannya.
Sahabat, yuk mulai kita renungkan apakah kesusahan atau bala yang kita terima itu akibat dosa yang tanpa kita sadari pernah kita lakukan, sebenarnya bukan soal tidak merasakan. Tapi lebih pada persoalan mengetahui dan menyadari. Celakanya wahai saubat, kita sudah merasakannya tapi tidak menyadari bahwa hal itu akibat dari dosanya. Lebih celaka lagi orang yang tak mau tahu atau tidak mengakui dan merenungi bahwa itu akibat daridosanya. Sehingga ia tak mau mentaubatinya. Padahal begitu Allah Swt maha penyayang dan pengampun, untuk menerima pertaubatan kita.
Mengapa orang yang tak mau tahu atau tidak mengakui dan merenungi bahwa itu akibat daridosanya itu lebih celaka? Karena lama-kelamaan ia akan menjadi kebal dengan akibat-akibat dosa yang dilakukannya. Inilah dinamakan ISTIDRAJ, yakni peristiwa yang luarbiasa dalam kedurhakaan kepada Allah swt sehingga Dia sangat murka padanya. Hatinya sudah tertutup kabut hitam sudah kehilangan akses dengan nuraninya.
Saubat, andai diibaratkan penjaga WC umum yang sudah kebal dengan bau tak sedap. Na'udzubillah, kita mohon perlindungan kepada Allah swt dari tingkatan yang terakhir ini, dan kita mohon perlindugan dari Allah dari perbuatan munkar.
Lalu kapankah kita dapat merasakannya? Andai suatu saat kita duguncang gelombang badai kehidupan kita akan merasakannya sebagai sebuah kesulitan. Namun Jika gelombang badai itu belum juga bisa merobek kabut hitam yang tebal dalam hati kita hingga membukakan mata hati kita, maka peristiwa ini ditunda oleh Allah swt sampai sakratul menjemputnya.
Saat Sakratul maut tiba pasti ia akan merasakan dan menyaksikan. Karena saat itulah Allah swt merobek semua kabut hitam yang tebal darinya, sehingga ia mampu menyaksikan apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi pada dirinya. Inilah maksud dari firman Allah swt yang dinyatakan di dalam firman Al-Qur’an: Dan datanglah sakratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya. (Qaaf/50: 19)
"Maka Kami singkapkan darimu tirai yang menutupi matamu, sehingga penglihatanmu pada hari itu sangat tajam." (Qaaf/50: 22).
Saubat, saatnya kita jeli, bahwa sekecil apapun dosa itu akan ada pertanggungjawabannya. Dan dosa itu bisa dibalas langsung oleh Allah saat didunia dengan diganjar azab, penderitaan ataupun bencana bias juga ditunda hingga hari akhir. Perbanyaklah beristighfar & mendekatkan diri pada Allah dan banyak-banyak mengingatnya, untuk selalu mengurangi dosa-dosa kita baik yang disengaja maupun tidak disengaja. .(¸.•´ (¸.•´ .•´ ¸¸.•¨¯`•. ♥♥ ^_^`)♥(¯`v•.¸.•´♥. `•.¸.•`.♥`•.¸.•`♥" •• AIR MATA TAUBAT ••." (¯`v´¯)♥:(¯`v´¯)♥:(¯`v:(¯` v´¯) ♥:(¯`v´¯)♥:(¯`vV´¯)♥:(¯`v´ ¯)♥ •.¸.•`¸.``•.¸¸.`SEMOGA BERMANFAAT`•.¸.•`¸.´` •.¸.• ♥♥ ♥♥ (¯`v´¯) ♥♥ `•.¸.•´ ♥♥ ¸.•´... ¸.•´¨) ¸.•*¨) => (¸.•´ (¸.•´ .•´
— Sahabat, yuk mulai kita renungkan apakah kesusahan atau bala yang kita terima itu akibat dosa yang tanpa kita sadari pernah kita lakukan, sebenarnya bukan soal tidak merasakan. Tapi lebih pada persoalan mengetahui dan menyadari. Celakanya wahai saubat, kita sudah merasakannya tapi tidak menyadari bahwa hal itu akibat dari dosanya. Lebih celaka lagi orang yang tak mau tahu atau tidak mengakui dan merenungi bahwa itu akibat daridosanya. Sehingga ia tak mau mentaubatinya. Padahal begitu Allah Swt maha penyayang dan pengampun, untuk menerima pertaubatan kita.
Mengapa orang yang tak mau tahu atau tidak mengakui dan merenungi bahwa itu akibat daridosanya itu lebih celaka? Karena lama-kelamaan ia akan menjadi kebal dengan akibat-akibat dosa yang dilakukannya. Inilah dinamakan ISTIDRAJ, yakni peristiwa yang luarbiasa dalam kedurhakaan kepada Allah swt sehingga Dia sangat murka padanya. Hatinya sudah tertutup kabut hitam sudah kehilangan akses dengan nuraninya.
Saubat, andai diibaratkan penjaga WC umum yang sudah kebal dengan bau tak sedap. Na'udzubillah, kita mohon perlindungan kepada Allah swt dari tingkatan yang terakhir ini, dan kita mohon perlindugan dari Allah dari perbuatan munkar.
Lalu kapankah kita dapat merasakannya? Andai suatu saat kita duguncang gelombang badai kehidupan kita akan merasakannya sebagai sebuah kesulitan. Namun Jika gelombang badai itu belum juga bisa merobek kabut hitam yang tebal dalam hati kita hingga membukakan mata hati kita, maka peristiwa ini ditunda oleh Allah swt sampai sakratul menjemputnya.
Saat Sakratul maut tiba pasti ia akan merasakan dan menyaksikan. Karena saat itulah Allah swt merobek semua kabut hitam yang tebal darinya, sehingga ia mampu menyaksikan apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi pada dirinya. Inilah maksud dari firman Allah swt yang dinyatakan di dalam firman Al-Qur’an: Dan datanglah sakratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya. (Qaaf/50: 19)
"Maka Kami singkapkan darimu tirai yang menutupi matamu, sehingga penglihatanmu pada hari itu sangat tajam." (Qaaf/50: 22).
Saubat, saatnya kita jeli, bahwa sekecil apapun dosa itu akan ada pertanggungjawabannya. Dan dosa itu bisa dibalas langsung oleh Allah saat didunia dengan diganjar azab, penderitaan ataupun bencana bias juga ditunda hingga hari akhir. Perbanyaklah beristighfar & mendekatkan diri pada Allah dan banyak-banyak mengingatnya, untuk selalu mengurangi dosa-dosa kita baik yang disengaja maupun tidak disengaja. .(¸.•´ (¸.•´ .•´ ¸¸.•¨¯`•. ♥♥ ^_^`)♥(¯`v•.¸.•´♥. `•.¸.•`.♥`•.¸.•`♥" •• AIR MATA TAUBAT ••." (¯`v´¯)♥:(¯`v´¯)♥:(¯`v:(¯`

Tidak ada komentar:
Posting Komentar