Selasa, 11 Juni 2013

doa

berdoalah kepada allah....






 menadah tangan dengan niat bermunajat dan mengadu padaNya satu kehebatan dikau telah lakukan..

sujud merendah diri kepada Nya 1 perhambaan dikau kepadaNya..
dikau mengagumi kecantikan, keindahan yang diciptakanNya..
katakan SUBHANALLAH pada setiap inci yang dikau perlihatkan...


semuanya dari pada DIA..
siapakah DIA?

ALLAH. ALLAH.. ALLAH..

DIA yang menurunkan AL-QURAN kepada MUHAMMAD untuk dijadikan panduan hidup setiap ummahnya..

AL-QURAN yang suci..

di ajarkan kita pelbagai bentuk syariat, akhlak, muamalat..

semuanya indah...

ALLAHUAKBAR..

jadi..

mengadulah setiap masalah mu kepadaNya...

DIA maha mendengar...

DIA maha pengasih..


menangisah kepadanya...

sahabat.. jadi keluhkan permasalahan mu..

ujian yang didatangkan penuh dengan hikmah dariNya..


UNTUK..

menguji keimananmu kepada ALLAHU RABBI...

renungan pagi

*Setiap Manusia ada Bahagiannya*



JANGAN KITA KELUHKAN MASALAH YANG MENIMPA...

kerana.. setiap sesuatu ada sebab dan hikmahnya..

ajarkan diri agar menjadi seorang yang meredhai ketentuanNya..


ingatlah..
setiap manusia mempunyai bahagian mereka tersendiri..
baik yang susah atau pun yang senang..

makanya..

hadirkan lah diri selalu dengan Maha pencipta..

PELAJARILAH CARA TERBAIK MENJADI INSAN YANG SOLEH WA MUSLEH

sekian.. slmt beramal

Minggu, 09 Juni 2013


 SAAT AJAL MENJELANG

 


Pernahkan kita berhenti sejenak, dan bertanya pada diri kita sendiri, apa yang terjadi pada kita di malam pertama ketika kita meninggal?

Apa yang telah kita persiapkan untuk kematian—sesuatu yang pasti datang kepada kita? Apakah kita akan berada di tempat yang baik ataukah di tempat yang buruk? Seberapa sering kita mengingat mati? Pikirkanlah sejenak, saat dimana tubuh kita dimandikan dan akan segera dikuburkan.

Pernahkah kita memikirkan saat dimana orang-orang membawa tubuh kita ke pekuburan? Dan ketika semua keluarga kita menangis.

Pernahkah kita memikirkan saat tubuh kita diletakkan di dalam liang lahat? Semuanya gelap, dan hanya tanah dan tanah belaka.

Di saat itu, kita menyadari kita sendirian. Tak ada orang lain, dan semuanya begitu sempit. Tulang-tulang kita bahkan saling berdesakkan sendirinya.

Mungkin saat itu kita tengah menyesali semua perbuatan buruk kita di dunia. Kita mungkin baru menyesali akhlak kita terhadap orang tua kita, kita menyesali mengapa kita tidak mengenakan hijab. Tak ada uang. Tak ada perhiasan. Yang ada hanya semua perbuatan kita.

Dan ketika kita ditutup, mungkin kita ingin berteriak dan menyeru semua orang agar jangan pergi dari kuburan kita. Tapi kita tak bisa terdengar. Kita mendengar langkah kaki mereka menjauhi kita. Dan kemudian, di situlah kita berada, rumah masa depan kita yang pasti akan kita tempati.


by: indragiri

kasih ibu

Kantong Air Mata Ibu

Suatu ketika, seorang anak perempuan yang sedang begitu bersemangat belajar mengaji, bertanya pada Ibundanya yang selalu setia menemaninya belajar.

Anak : Ummi, kenapa mata Ummi lebam? Berkantung dan menghitam. Apakah Ummi sedang sakit?
Ibu  : Oh, ini. Bukan, Sayang. Ummi hanya sering kelilipan.

Anak : Kelilipan kok sampai seperti itu, Ummi?
Ibu : Sudah, lanjutkan saja bacaan Al-Quranmu. Ummi baik-baik saja...

Anak perempuan itupun mengikuti kata-kata sang ibu. Ia melanjutkan bacaan Al-Qurannya dengan penuh semangat. Namun tiba-tiba...

Anak : Lho kok Ummi menangis lagi? Kenapa Ummi menangis tiap kali mendengarku mengaji? Apakah karena bacaanku jelek ya, Ummi?
Ibu : Bukan, Sayang. Bacaanmu sangat bagus. Ummi menangis karena bangga punya putri sepertimu...

Anak : Tapi Ummi sering sekali menangis. Berapa sebenarnya stok kantong air mata Ummi? Bolehkah aku berwudhu dengan air mata Ummi? Bolehkah aku pinjam kantong air mata Ummi agar tangisan Ummi bisa dibagi denganku. Biar Ummi tidak menangis sendiri lagi...
Gadis kecil itu semakin membuat deras airmata sang ibu. Ummi memeluknya erat. Tanpa berucap sepatah katapun.
Ibu : Tidak perlu, Nak. Ummi tidak perlu berbagi airmata denganmu, karena Ummi hanya ingin melihatmu tersenyum bahagia, bukan berurai airmata...

Anak : Ummi, bolehkah aku mengucapkan sesuatu, seperti yang pernah diajarkan Ustadzah.?
Ibu : Apa, Nak?
Anak : Aku mencintaimu karena ALLAH, Ummi...

surat untuk bunda yang telah mengaborsi ku.

Sepucuk Surat dari Anak yang Diaborsi buat Ibunya!

*
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarrakatuh …
Teruntuk Bundaku tersayang…!!
Dear Bunda…


Bagaimana kabar bunda hari ini? Semoga bunda baik-baik saja.
 Nanda juga di sini baik-baik saja bunda… 
Allah sayang banget sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda. Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat…
Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama berada di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini. Tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kenyamanan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda mengeluarkan nanda dengan paksa, sakiiiit … banget bunda, badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikkan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan bahkan oleh Bunda sendiri. 

Bunda, nanda mau cerita. Dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah, mengapa bunda mengeluarkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian disini? Apa bunda tidak sayang sama nanda? Bunda tidak kecewa kok bunda… karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam surga Nya.
Bunda, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah, walaupun Dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanyanya sama bunda aja ya. Pernikahan itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan nanda hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Maaf ya bunda, nanda bawel banget… nanti saja, nanda tanyakan bunda kalau kita ketemu. Apakah Bunda tidak ingin mencium nanda? Atau jangan-jangan karena nanti nanda rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu Allah bilang: “Bunda kamu malu sayaang …!” 
“Kenapa bunda malu?”
“Karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram…”
“Anak haram itu apa ya Allah?”
“Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah.”

Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah. Ya Allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali Nabi Adam dan Isa? Allah yang Maha Tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang sah. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.
Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan nanda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan, mengerikan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di surga. Di situ banyak orang yang dibakar pake api bunda … minumnya juga pake nanah dan makannya buah-buahan aneh yang bau busuk, banyak durinya … yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk kemaluannya pake besi panas dan dibakar kaya sate gitu, ngeri banget bunda.
Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang sama nanda. Nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak, di situlah tempatnya … di neraka itulah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ….  nanda sayang bunda… nanda kangen dan ingin bertemu bunda… nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan nanda ingin kita tinggal bersama di surga… nanda takut, bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu…
Lalu, dengan lembut malaikat berkata… 
“Nak, kata Allah, “kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di surga bersamamu, tulislah surat untuk mereka… sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di surga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu.
Saat mendengar itu, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda. Menurut nanda, Allah itu baik banget bunda…. Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk-Nya asal mereka mau bertaubat nasuha, taubat yang sungguh-sungguh. Bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini… Nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh… nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata Allah di sana panas sekali bunda… antriannya juga panjaang, menyiksa dan peluh keringat bercucuran. Semua orang sejak jaman nabi Adam kumpul disitu… tapi bunda jangan khawatir, Allah janji, kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti nanda bisa ketemu kalian.
Bunda, kasih kesempatan buat nanda ya…. biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, nanda juga mohon banget sama bunda…jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda, biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak.
Sudah dulu ya bunda… nanda mau main-main dulu di syurga…. nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini… nanda sayang banget sama bunda…. muach!
Salam,
Nanda
images (2)